Sunday, 15 November 2015

Televisi: Dulu dan Sekarang - #TugasSoftSkill

Sebelum maraknya internet dan new media, televisi jadi andalan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi. Biar enak bahasnya, kita ganti TV ya hehehe. Ok, TV itu versi jadulnya YouTube. Sayangnya kita gak bisa asal pilih konten apa saja yang mau kita tonton karena TV yang kita gunakan masih channel-centred. Maksudnya, konten yang disajikan bergantung pada channel. Kelemahan tadi dibabat abis oleh penyedia jasa video streaming, salah satunya YouTube. Alhasil, TV ditinggalkan oleh masyarakat urban. Karena pergeseran ini, penyedia konten mikir keras. Mereka gak mau rugi dong gara-gara perubahan zaman. Akhirnya mereka membuat TV digital.

Monday, 12 October 2015

Internet dan New Media - #TugasSoftSkill

Halo! Sudah sekian lama gak tulis-tulis di blog. Nah kali ini saya mau bahas sesuatu yang dekat dengan kita semua, yaitu internet. Internet bukan barang baru lagi buat kita-kita. Internet jembatan segalanya untuk saat ini. Dengan adanya internet, kita bisa dapet segala informasi dengan cepat dan mudah. Saya gak cuma bahas tentang internet, saya juga bahas tentang new media. Mungkin belum banyak orang yang kenal dengan istilah new media.  Sebenernya, new media ini juga deket banget sama kita. Kita sering banget pake new media. Gak percaya? Hehe

Sebelum adanya internet dan new media, masyarakat dunia dapet informasi dari koran, TV, radio, majalah dan jenis-jenis media informasi fisik lainnya. Karena masyarakat butuh informasi yang cepet, real time, bisa diakses di mana aja, maka internet pun muncul. Internet adalah salah satu jenis sistem jaringan komputer. Cakupan internet luas banget. Gak heran, internet cukup transparan. Semua informasi yang dipost bisa kita lihat. Entah post itu asalnya dari mana, kita tetep bisa lihat di belahan dunia yang lain. Keren kan! Dengan adanya internet, kita gak kenal ruang dan waktu.

Untuk aplikasinya, internet udah cakup banyak hal. Awalnya yang hanya mengirimkan informasi singkat untuk kebutuhan militer sampai akhirnya sekarang ada istilah Internet of Things. Salah satu aplikasi internet yang saya suka adalah streaming dan Internet of Things. Dulu, internet hanya bisa digunakan untuk mengirim teks dan gambar. Untuk gambar pun sebatas gambar simple. Semakin berkembangnya zaman dan kebutuhan masyarakat, akhirnya diciptakanlah streaming audio dan video. Aplikasi ini cukup unik, karena kita gak nyimpen hasil audio atau video yang kita stream secara permanen. Setelah selesai streaming, data yang sudah disimpan secara sementara akan terhapus secara otomatis.

Streaming dapat dilakukan melalui protocol internet yang ada, salah satunya adalah Real Time Streaming Protocol atau RTSP. RTSP ini adalah protocol yang dibuat berbasis TCP dan mirip dengan HTTP, hanya saja RTSP memiliki state sedangkan HTTP tidak. Saya gak bahas jauh tentang RTSP, karena di luar scope tulisan saya hehehehe. Nah, streaming juga bisa dilakukan melalui HTTP.

Setelah berkembangnya internet, new media pun muncul. New media ini sering dikaitkan dengan konten yang tersedia di internet dan dapat diakses melalui device digital apapun dan sangat interaktif. Beberapa contoh new media adalah website seperti blog, koran online, social media dan juga video game. Istilah new media muncul karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. New media juga mendeskripsikan konten yang dapat dikirimkan melalui jaringan, dapat dikompres dan sangat interaktif. New media hanya mecakup dunia digital saja. Konten pada TV analog gak termasuk new media hanya karena dapat dikirim melalui sebuah jaringan. Nah, TV service seperti Comcast, Roku, Hulu dan Netflix sudah termasuk new media karena digital dan on-demand.

Kira-kira, beberapa tahun lagi internet dan new media bakal kayak apa ya? Share di comment ya!



Sunday, 18 January 2015

Teknik Informatika - #KnowYourMajor

Sekarang udah masuk minggu ke-3 bulan Januari dan siswa SMA dan SMK kelas 3/12 pasti udah mikirin setelah lulus mau ngapain. Kebanyakan lulusan SMA dan sebagian kecil lulusan SMK pasti bakal lanjut kuliah. Mulai deh muncul pertanyaan baru, mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa.

Mungkin hampir semuanya pernah denger jurusan Teknik Informatika. Jurusan paling keren dari seluruh jurusan (aseek). Teknik Informatika nyumbang sebagain besar ilmunya untuk ngembangin dunia digital. Emang sebenernya di Teknik Informatika belajar apaan aja sih kok sampe bisa ngembangin dunia digital?

Di banyak negara, khususnya Indonesia disiplin ilmu komputer dibagi menjadi beberapa jurusan. Di Indonesia sendiri ada Teknik Informatika/Ilmu Komputer, Sistem Informasi/Manajemen Informatika, Sistem Komputer dan Teknik Komputer. Udah pasti kalo dibagi begini, konsentrasi tiap jurusan beda karena gak mungkin seorang manusia nguasain segala hal.

Teknik Informatika dan Ilmu Komputer fokus ke hardware, software dan brainware. Untuk bobotnya, software lebih banyak dibanding yang lain, disusul hardware lalu brainware. Karena kedua jurusan ini menggabungkan ilmu komputer dan rekayasa, jadi dibagian software kita diajarin gimana caranya bikin software atau bahasa kerennya coding. Di bagian hardware kita belajar gimana komputer kerja, jaringan komputer, arsitektur komputer dan banyak lagi.

Selain belajar hal-hal tentang keluarga komputer, di beberapa universitas masukin matematika diskrit ke daftar mata kuliah Teknik Informatika/Ilmu Komputer. Mungkin ada yg pernah denger matematika diskrit. Ya, matematika diskrit berkontribusi besar di dunia komputer. Kalo menurut saya sih, matematika diskrit ini kakeknya komputer, karena sebagian besar cara kerja komputer dasarnya dari matematika diskrit. Contohnya himpunan. Himpunan jadi dasarnya array, sebuah kumpulan data yang jenisnya sama. Definisi array dan himpunan mirip, kan? Satu lagi preposisi. Masih inget disjungsi, konjungsi, implikasi sama negasi? Nah ilmu itu juga dipake di komputer. Oiya kalo di Gunadarma, matematika diskrit ganti nama jadi matematika informatika. Isinya? Tetep sama kok.

Udah lumayan kebayang kan gimana jurusan Teknik Informatika secara umum? Untuk detailnya, coba kalian cari kurikulum Teknik Informatika/Ilmu Komputer di masing-masing universitas. Untuk Gunadarma, coba kunjungin sap.gunadarma.ac.id. Disitu lengkap banget. See you later di tulisan #KnowYourMajor yang lain!


#KnowYourMajor adalah seri tulisan tentang Teknik Informatika, jurusan terkeren sedunia yang saya ambil. Di sini saya bakal cerita seluk-beluk tentang Teknik Informatika, mulai dari kulitnya sampai intinya. Semoga #KnowYourMajor membantu kalian semua mengenal Teknik Informatika khususnya yang mau ambil jurusan ini.

Saturday, 17 January 2015

Seminar Gunadarma Music Clinic 2015 - #UGSeminar

Ok, hari kamis kemaren tanggal 15 Januari 2015, akhirnya saya bisa ikut seminar di Gunadarma (sebenernya sabtu sebelumnya saya ikut seminar juga sih huehuehue). Seminar ini sungguh sangat diluar jurusan saya. Seminar ini bahas tentang industri musik non mainstream. Bagaimana para musisi yang gak biasa bisa hidup. Adhi Djimar jadi pembicara di seminar ini. Dia adalah project director dari Indonesia Cuting Edge Music Award atau ICEMA, sebuah penghargaan yang ditujukan untuk para musisi non mainstream.

Adhji Djimar punya pandangan para musisi yang gak biasa ini harus ada yang mengapresiasi karena sebelum ada ICEMA, belum ada ‘award’ untuk mereka. Bisa dibilang, ICEMA itu award pertama untuk musisi non mainstream. Award ini melibatkan kerja sama antara label indie dengan Microsoft (CMIIW).

Award ini udah berjalan selama 3 tahun dan untuk tahun ini ICEMA break karena gak ada sponsor. Menurut Adhi Djimar, selama 3 tahun ini makin banyak musisi yang bagus-bagus. Dia merasa di Indonesia banyak musisi yang bisa bersaing dengan musisi luar negeri.

Nah ngomong-ngomong, di nama award ini ada istilah ‘Cuting Edge’, bukan non mainstream yang dipake. Menurut Adhji Djimar, istilah ini dipake karena award ini gak cuma buat musisi dengan genre gak biasa. Musisi pop dan rock pun bisa dapet award ini. Cuting edge punya arti karya yang bener-bener beda, ada makna di dalem karya itu dan berkesan. Kriteria yang dipake untuk mendefinisikan karya cuting edge ada banyak, salah satunya lirik yang bermakna. Karena dari lirik yang ditulis sama musisi itu bisa kelihatan tingkat kejeniusannya. Misalnya Sepatu, lagu yang ditulis sama Tulus. Lagu itu nyeritain seorang pasangan yang ingin bersatu tapi gak bisa. Tulus menganalogikan kasus itu dengan sepatu. Hasilnya, kejeniusan. Jenius disini bukan berarti dia pinter matematika, fisika atau ilmu eksakta yang lain ya. Maksudnya jenius bermusik.

Di sesi tanya jawab, saya coba nanya tentang kehidupan musik elektronik di Indonesia. Karena saya lihat, musik elektronik di Indonesia masih sedikit non-mainstream. Musik elektronik yang saya maksud bukan EDM loh hihi. Pertanyaan saya dijawab sama moderator, Kiki Aulia Ucup. Dia bilang, sebenernya para musisi elektronik gak mati juga. Misalnya bottlesmoker, duo elektronik asal Bandung. Awalnya media mengangkat mereka karena beda dari yang lain, tapi lama-kelamaan media mulai gak meliput mereka. Jadi seakan-akan mereka hilang begitu aja, padahal sampe sekarang mereka masih perform dimana-mana dan baru aja rilis album baru judulnya Hypnogogic. Mas Adhi Djimar pun mengiyakan jawaban Bang Ucup. Menurut dia, tergantung kita gimana ngelihatnya. Kalo kita ikutin pasti kita tahu kalo musisi itu gak hilang.


Mungkin segitu aja saya cerita materi yang saya dapet pas seminar dan untuk ngebuktiin saya ikut itu seminar, ini sertifikat yang saya dapet huehuehue.


Monday, 12 January 2015

Monday, 29 December 2014

Bullying dan Hazing - #TugasSoftSkill

Jadi siswa baru itu seru, kita masuk ke jenjang yang lebih tinggi, ketemu orang baru, belajar hal baru. Masalahnya, untuk jadi siswa di suatu sekolah atau universitas harus mau ikut ritual ospek. Sebenernya, ospek bagus untuk ngenalin lingkungan sekolah baru mereka kayak apa. Sayangnya, masih banyak sekolah-sekolah dan universitas yang masih mengadopsi budaya hazing dan bullying. Sebelum jauh, saya bahas dulu hazing dan bullying.

Hazing itu sebuah ritual yang harus dilakukan oleh orang baru supaya diterima ke dalam organisasi. Hazing ini bukan test masuk gitu ya, hazing ini bisa juga disebut perpeloncoan. Nah, biasanya orang-orang baru ini disuruh yang aneh-aneh dan gak masuk akal. Contohnya pake tas karung, tali sepatu warna ‘A’ atau topi dari daun pisang. Kalo misalnya mereka gak ngikutin apa yang disuruh, para senior bakal ngasih hukuman ke mereka. Mungkin hazing dilakuin cuma untuk hiburan para senior. Karena sampe sekarang saya gak tahu manfaat kita pake tas karung, pake topi dari daun pisang atau pake tali sepatu warna ‘A’.

Nah, menurut Ken Rigby, bullying itu sebuah hasrat untuk menyakiti. Hasrat ini diperlihatkan ke dalam aksi, menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang dan dilakukan dengan perasaan senang. Kalo kita sambung sama contoh diatas, bisa jadi senior itu melakukan bullying. Kenapa? Karena bisa jadi senior itu seneng kasih hukuman ke juniornya. Senior merasa dirinya lebih hebat dibanding junior. Ada tindakan yang gak bertanggung jawab. Terus, kenapa hazing dan bullying ada?

Hazing dan bullying bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu :

  1. Tradisi Senioritas.
  2. Perbedaan kelas, ekonomi, agama, gender dan ras.
  3. Lingkungan sekolah dan keluarga tidak nyaman dan kurang harmonis.
  4. Karakter individu atau kelompok.

Dalam tulisan ini, saya cuma bahas tradisi senioritas aja. Biar gak kepanjangan tulisannya hehehe.

Senioritas erat hubungannya dengan bullying dan hazing. Senioritas biasanya dipicu karena sang senior menanamkan budaya tersebut kepada juniornya untuk melakukan hal yang sama kepada junior generasi selanjutnya. Senioritas juga menjadi hiburan, penyaluran dendam, iri hati, mencari popularitas dan menunjukan kekuasaan. Tradisi ini terus berlanjut karena kurangnya awareness dari guru, dosen, orang tua siswa bahkan siswa itu sendiri. 

Sebagian besar siswa, tidak mau menceritakan kasus bullying atau hazing yang mereka alami kepada orang tuanya. Karena mereka merasa sebagai seorang remaja sudah dewasa untuk menghadapi kasus tersebut sendiri. Hal ini yang menjadi pemicu bullying terus ada. Kurangnya komunikasi siswa dengan guru dan orang tua membuat bullying susah untuk dikurangi bahkan dihentikan. Kalo susah dihentikan, gimana dong supaya bullying berhenti?

Walaupun bullying ada dimana-mana dan susah untuk dihentikan, tapi masih ada ruang agar bullying setidaknya berkurang. Sebelum menghentikannya, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu :

  1. Pengetahuan tentang bullying.
  2. Upaya diri untuk mengubah bullying.
  3. Motivasi untuk mengubah bullying.
  4. Kemauan berkomunikasi dengan pihak sekolah.
  5. Langkah awal yang harus dilakukan.
  6. Ketidakpuasan pada masalah bullying dan metode penangganannya yang dibicarakan bersama.

Setelah ke-enam poin diatas terpenuhi, selanjutnya kita harus membangun lingungan yang positif, harmonis, dan kooperatif di sekolah maupun keluarga. Membangun kesadaran dan jaringan di lingkungan sekolah untuk mendukung hal-hal positif tadi dan melakukan pengawasan. Lalu, secara bertahap kurangi hal-hal yang berbau hazing dalam LDKS, MOPD dan ospek. Undang mentor kepemimpinan dalam LDKS. Adakan expo eksul saat MOPD dan ospek. Buat LDKS, MOPD dan ospek nyaman, aman dan hangat bagi junior. Setelah MOPD dan ospek, panitia dan junior saling menghormati dan menciptakan suasana nyaman. Jika terjadi bullying, pastikan lapor guru dan orang tua. Bangun komunikasi yang kuat dengan orang tua dan guru. Dengan melakukan hal tersebut, diharapkan bullying dan hazing dapat dikurangi bahkan dihentikan.

Terakhir, ada sebuah quote dari Mike Tompkins yaitu, "Everything starts with one. Stand up and stop bullying"


Referensi : Astuti, Ponny Retno. 2008. Meredam Bullying: 3 Cara Efektif Menanggulangi Kekerasan pada Anak. Jakarta: PT Grasindo.

Tuesday, 11 November 2014

Sosial Media - #TugasSoftSkill

Akhirnya ada kesempatan buat update blog. Sejak kuliah, saya sibuk banget ngurusin tugas. Rata-rata tugasnya udah over-weight, jadi agak susah gitu ngurusinnya. Nah, karena ada tuntutan dari pihak kampus, mau gak mau saya meluangkan waktu untuk update blog. 

Ok, kali ini saya mau bahas fenomena yang menjangkit hampir seluruh orang di dunia, termasuk kita-kita. Yup, pasti udah tau fenomenanya apa (udah saya tulis juga dijudul wehehehe). Ya, fenomena sosial media. Pastinya 99% yang akses blog saya punya akun sosial media. Entah itu Facebook, Twitter atau mungkin Friendster. Banyak banget yang terlalu nyaman di dunia yang wujudnya gak kelihatan, termasuk saya. Wabah ini gak kenal umur. Anak-anak umur 8 tahun udah kenal Facebook. Orang tua pun yang udah punya cucu, bisa jadi temenan sama cucunya di Path.

Karena banyaknya pengguna sosial media dan internet, sampe-sampe muncul istilah ‘Netizen’ yang artinya warga internet. Bisa dibilang, kita itu punya dua kewarganegaraan. Pertama itu Indonesia dan yang kedua itu internet. Sebelum mulai kerja, pasti ada yang cek sosial media mereka. Sebelum makan, share dulu makanan yang dia makan. Sampe kesuatu tempat, check-in dulu di FourSquare atau Path. Lagi dengerin lagu, update status di Facebook.

Menurut saya, hal ini udah keluar batas. Dulu, gak ada orang galau update status. Kalo cewe, biasanya curhat di buku diari. Kalo cowo, curhat ke temen. Sekarang, mau itu cewe atau cowo sama-sama curhat di sosial media. Budaya mengumbar ini yang harus dibatasi. Karena menurut saya, banyak hal private yang gak seharusnya diketahui banyak orang. Nah, mungkin mereka melakukan itu karena ingin diakui oleh orang banyak.

Sosial media juga merubah banyak hal, salah satunya komunikasi. Sebelum adanya sosial media, alat komunikasi yang diandalkan biasanya telepon rumah. Telepon itu gak ribet. Kita tinggal masukin nomor teleponnya, tinggal nunggu deh telepon kita dijawab. Komunikasi lewat telepon itu enak, maksud yg mau kita sampein pasti jelas. Karena telepon itu mahal buat panggilan ke luar kota, banyak orang yang pindah ke sms karena lebih murah dari telepon dan sampe akhirnya banyak yang pake sosial media sebagai alat komunikasi mereka karena gratis.

Sosial media punya sisi negatif dan positifnya, tergantung kita gimana menggunakannya. Hmm, mungkin itu aja yang bisa saya tulis. Nanti kita sambung lagi hihihi.